Seribu rambutmu yang hitam terurai
Seribu cemara seolah mendera
Seribu duka nestapa di wajah nan ayu
Seribu luka yang nyeri di dalam dadaku
Di sana kutemukan bukit yang terbuka
Seribu cemara halus mendesah
Sebatang sungai membelah huma yang cerah
Berdua kita bersama tinggal di dalamnya
Nampaknya tiada lagi yang diresahkan
Dan juga tak digelisahkan
Kecuali dihayati
Secara syahdu bersama
Selamanya bersama selamanya
The Sunday Papers
-
Sundays are for luxuriating in the chill of the September air and hoping
for more of the drenching rain that's ended the summer heat. Though, it's a
lux...
4 jam yang lalu




0 komentar:
Posting Komentar